Dilihat dari ekonomi,
secara umum manusia ingin memenuhi kebutuhannya secara baik dan tercipta
kemakmuran. Menurut ekonomi bahwa: individu sebagai konsumen dan produksen,
individu tidak dapat memenuhi kebutuhannnya sendiri. Dalam kenyataan hidup
secara garis besar dapat digolongkan
menjadi tiga keadaan ekonomi dalam masyarakat; yaitu pertama ”pendapatan naik -
kebutuhan turun” (keadaan ini yang paling
diharapkan), kedua ”pendapatan
turun-kebutuhan tetap” dan ketiga
”pendapatan turun dan kebutuhan
naik” (keadaan ini sangat tidak diharapkan).
Konsep dasar utama ekonomi
adalah ”kelangkaan”. Dilihat dari penyebaran sumber daya alam, sumber daya alam
yang terdapat dalam permukaan bumi tidak
merata contoh kandungan minyak bumi tidak semua negara dapat memenuhi minyak
sendiri. Era globalisasi terjadi keterkaitan
ekonomi antara negara yang satu dengan yang lain dan saling
ketergantungan dalam pemenuhan kebutuhan. Peristiwa ekonomi negara besar sangat
mempengaruhi ekonomi negara berkembang
Pertumbuhan ekonomi
Indonesia, pada era globalisasi khususnya tahun 2008 pertumbuhan menpai 6,5
persen, namun keadaan ini diperkeruh dengan tingkat penganguran dan kemiskinan yang relatif
tinggi. Dalam bidang perdagangan pada tahun 2008 Jepang merupakan mitra terbaik
Indonesia, Jepang negara importir produk Indonesia, Jepang banyak memberi
bantuan pembangunan.
Banyak usaha yang dilakukan
pemerintahan Indonesia mengatasi krisis. antara lain; meningkatkan daya beli
masyarakat, memperkuat usaha mikro pengamanan pangan, pembentukan Kawasan
Ekonomi Khusus, pengurangan bea masuk dan lain sebagainnya.
Krisis Finansial
2008/2009
Ekonomi dunia tidak selamanya tumbuh
dengan baik. Tumbuh dan berkembangan ekonomi antara lain dipengaruhi oleh
kebijakan ekonomi, pengaruh lingkungan alam dan pengaruh hubungan antar negara.
Karena itulah fluktuasi pertumbuhan ekonomi terjadi.
Krisis ekonomi yang besar dan menimpa negara-negara Asia, termasuk Indonesia pernah terjadi pada
tahun 1997. Krisis 1997 belum bisa ditangani secara tuntas terjadi gelombang
krisis ekonomi yang sangat besar dan menimpa seluruh dunia,
baik negara maju maupun negara berkembang terjadi pada 2008/2009. Krisis tahun
2008/2009 dikenal dengan nama krisis finasial dan menimpa seluruh dunia
internasional, yang dimulai dengan jatuhnya
perusahaan besar di Amerika, terutama kridit macet perumahan, dan
disusul perusahaan –perusahaan yang lain
di Amerika Serikat.
Ada perbedaan sistem perbankan di
negara maju dengan negara berkembang. Pada negara maju banyak diterapkan sistem
perbankan investasi, negara berkembang banyak menggunakan sistem perbankan
konvensional. Krisis finansial menimbulkan perusahaan gulung tikar, sebagai
akibatnya pengangguran dan kemiskinan
bertambah
Pertumbuhan Ekonomi 2009
Kawasan Asia lebih baik dari pada Uni Eropa dan negara maju. China
diperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai 9-10 persen.. Dalam versi Organisasi
Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pertumbuhan ekonomi negara maju hampir
semuanya negatif. Amerika Serikat akan
tumbuh -0,91 persen, Inggris -1,12 persen, Jerman -0,75 persen, Italia -1,03
persen, Perancis 0,36 persen, Belanda-0,75 persen, Jepang-0,15 persen.
Sebaliknya Negara-negara berkembang khususnya emerging markets masih mengalami pertumbuhan positif misalnya
China 8 persen bahkan sampai 9 persen, India 7,3 persen, Korea Selatan 2,67 persen Brasil 3 persen.
Sejak
pertengahan tahun 2010 Perekonomian China secara pesat
menduduki reking kedua ekonomi setelah Amerika Serikat. Terjadi perang kurs
mata uang antara Asmerika Serikat dengan China. AS tidak puas dengan
perkembangan nilai tukar Yuan yang hanya dua persen setelah Bank Central China
mengumumkan untuk membuat kurs Yuan fleksibel. Langkah AS terus mencetak dollar
AS dan mempertahankan suku bunga rendah telah mendekati nol presen sehingga
dapat menurunkan daya saing ekpor sejumlah negara. Pada tahun 2010 dibangun
Ekonomi Kawasan Jalur Sutra. Dilhat dari sejarahnya jakawasan jaur sutra ini
adalah kawasan perdagangan darat dari
Asia- Eropa. Jalur Sutra sebenarnya sudah terbentuk sejak terjadinya
hubungan dagang antara Asia dengan Eropa.
Pada awal tahun 2011 perekonomian dunia tumbuh lebih cepat dari
perkiraan sebelumnya. Hal ini didorong pesatnya pertumbuhan ekonomi di negara
China, Brasil, India dan negara-negara di kawasan Asia, namun banyak mengalami
kenaikan harga pangan. Dana Moneter Internasional (IMF) menegaskan bahwa tahun ini merupakan tahun
yang menjanjikan untuk pertumbuhan ekonomi, meskipun kawasan Eropa terseret
utang.
Organisasi Pangan dan Perekonomian
harga pangan mencapai rekor tertinggi pada Desember 2010 tercatat di atas level
harga pangan 2008, yang pernah menyebabkan kerusuhan sosial di Mesir, Kamerun
dan Haiti. Di Asia naiknya harga pangan diperkirakan akan menaikan inflasi.
Kenaikan harga pangan awal 2011 memicu
terjadinya krisis politik di negara-negara Arab terutama di Tunisia. Mesir dan Yordania. Lybia.
Harga BBM
Pada era globalisasi harga minyak
dunia mengalami fluktuasi. Awal Desember 2008
turun menjadi 44 dollar AS per barel 4 Desember 2008. Tanggal 10
Februari 2009 harga minyak mencapai 33 dollar AS per barel. Pemerintah
Indonesia mengambil kebijakan penurunan
harga minyak khususnya premium dari Rp. 6.000 Rp. menjadi Rp. 5.500 per
liter pada tanggal 1 Desember 2008, dan kemudian diturunkan ke posisi Rp. 5.000 pada tangal 15 Desember
2008, lalu diturunkan kembali menjadi Rp. Rp. 4.500 per liter pada tanggal
12 Januari 2009. salah satu akibat harga
minyak yang tinggi Indonesia keluar dari
keanggotaan OPEC pada tanggal 1
Januari 2009. Pada akhir tahun 2010 pemerintah mengambil kebijakan baru tentang
minyak, terutama dalam penerapan subsidi khusus untuk kendaraan umum. Pada awal
Januari 2011 pemerintah kita akan mengeluarkan kebijakan baru dalam BBM yaitu
berupa pengaturan subsidi miyak bagi kendaraan umum dan pribadi,. Subsisdi
hanya akan diberikan pada kendaraan umum. Krisis politik di Mesir, di Lybia
Januari/Februari 2011 harga minyak dunia naik lagi sampai 100 dollar AS per
barel.
B. Bentuk-bentuk dan kesepakatan perekonomian antar
Negara di dunia
1. Pengertian Kerja Sama Antarnegara
Kerjasama
antarnegara adalah terjalinnya hubungan antara satu negara dengan negara
lainnya melalui kesepakatan untuk mencapai tujuan. Kerjasama antarnegara
bentuknya bermacam-macam, mulai kerjasama ekonomi, perdagangan dan lain-lain.
Istilah kerja
sama ekonomi internasional tidak sama dengan perdagangan internasional. Kerja sama ekonomi internasional mempunyai cakupan yang
lebih luas daripada perdagangan internasional. Dengan demikian kerja sama
ekonomi internasional adalah hubungan antara suatu negara dengan negara lainnya
dalam bidang ekonomi melalui kesepakatan-kesepakatan tertentu, dengan memegang
prinsip keadilan dan saling menguntungkan.
Berdasarkan pengertian kerja sama, maka setiap negara yang mengadakan kerja
sama dengan negara lain pasti mempunyai tujuan. Berikut ini tujuan kerja sama
antarnegara.
a. Mengisi kekurangan di bidang ekonomi bagi masing-masing negara yang
mengadakan kerja sama.
b. Meningkatkan
perekonomian negara-negara yang mengadakan kerja sama di berbagai bidang.
c. Meningkatkan
taraf hidup manusia, kesejahteraan, dan kemakmuran dunia.
d. Memperluas hubungan dan mempererat persahabatan.
e. Meningkatkan
devisa negara.
2. Faktor-Faktor Penyebab Kerja Sama Antarnegar
Antarnegara
Setiap kerja
sama yang dilakukan oleh suatu negara dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Faktor-faktor yang memengaruhi dapat didasarkan pada perbedaan dan persamaan
yang dimiliki antarnegara.
a. Kerja Sama
Antarnegara Akibat Adanya Perbedaan
Berikut ini
perbedaan-perbedaan yang mendorong kerja sama antarnegara.
1 ) Perbedaan
sumber daya alam
Sumber daya alam
yang dimiliki oleh setiap negara berbeda-beda baik dari segi jenis dan
jumlahnya. Ada negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun ada
juga negara yang memiliki sedikit sumber daya alam.
2 ) Perbedaan
iklim dan kesuburan tanah
Perbedaan iklim
dan kesuburan tanah antara satu negara dengan negara lain akan menyebabkan
perbedaan jenis tanaman.
3 ) Perbedaan
ilmu pengetahuan dan teknologi
Kemampuan dan
penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan antara satu negara
dengan negara lain tidak sama. Negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang,
Eropa Barat, dan Jerman memiliki kemampuan dalam menguasai ilmu pengetahuan dan
teknologi dibandingkan negara-negara berkembang seperti di Afrika dan sebagian
Asia.
4 ) Perbedaan
ideologi
Perbedaan
ideologi antarsuatu wilayah negara dengan negara lain dapat memicu konflik
antarnegara bahkan menjadi konflik internasional. Untuk meredakan konflik atau
ketegangan perlu adanya kerja sama, sehingga tidak memperbesar konflik yang
telah ada. Misalnya negara seperti Hongkong yang memisahkan diri dengan RRC
yang berideologi komunis, memerlukan kerja sama dalam bidang politik dengan
negara yang berideologi liberal seperti Amerika Serikat. Hal ini perlu
dilakukan agar masalah-masalah yang timbul dapat diselesaikan di meja
perundingan.
b . Kerja Sama
Antarnegara Akibat Adanya Kesamaan
Berikut ini
beberapa kesamaan yang mendorong kerja sama antarnegara.
1 ) Kesamaan
sumber daya alam
Kesamaan sumber
daya alam antara beberapa negara dapat mendorong terbentuknya kerja sama
antarnegara. Misalnya beberapa negara penghasil minyak bumi membentuk suatu
kerja sama yang diberi nama OPEC (Organization of Petroleum Exporting
Countries).
2 ) Kesamaan
keadaan wilayah (kondisi geografis)
Negara-negara
yang terletak di suatu wilayah yang memiliki kondisi geografis yang sama sering
mengadakan kerja sama untuk kepentingan wilayah dari masing-masing negara
anggotanya. Misalnya negara-negara yang terletak di wilayah Asia Tenggara
membentuk kerja sama melalui organisasi ASEAN, dan sebagainya.
3 ) Kesamaan
ideologi
Negara-negara
yang mempunyai kesamaan ideologi dapat mendorong suatu negara melakukan kerja
sama. Sebagai contoh NATO (North Atlantic Treaty Organization) adalah kerja
sama negara-negara di Atlantik Utara yang berideologi liberal.
4 ) Kesamaan
agama
Adanya persamaan
agama juga dapat mendorong beberapa negara untuk bergabung dalam suatu
organisasi. Misalnya OKI (Organisasi Konferensi Islam), yaitu kelompok
organisasi negara-negaraIslam. Mereka bergabung dalam OKI sebagai respon atas
peristiwa pembakaran Masjid Al Aqsa di Yerusalem yang dilakukan oleh Israel.
Kerjasama
Antarnegara di Bidang Ekonomi
1. Bentuk-Bentuk
Kerja Sama Ekonomi Antarnegara
Berdasarkan
jumlah negara yang mengadakan, kerja sama ekonomi dapat dibedakan menjadi dua
macam, yaitu :
a. Kerja Sama
Ekonomi Bilateral
Kerja sama
ekonomi bilateral adalah kerja sama ekonomi antara satu negara dengan negara
tertentu. Kerja sama tersebut hanya melibatkan dua negara.
Contoh: kerja
sama ekonomi antara Indonesia dengan Malaysia, Indonesia dengan Cina, dan
sebagainya. Pemerintah indonesia sendiri telah menandatangani perjanjian
perdagangan dan ekonomi di Kawasan Asia Pasifik dengan 14 negara, di Afrika dan
Timur Tengah dengan 10 negara, di Eropa Timur dengan 9 negara, di Eropa Barat
dengan 12 negara dan di Amerika Latin dengan 7 negara.
b. Kerja Sama
Ekonomi Regional
Kerja sama
ekonomi regional adalah kerja sama ekonomi di antara beberapa negara yang berada di kawasan
tertentu.
Contoh: kerja
sama ekonomi antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), antara
negara-negara di kawasan Eropa (MEE), antara negara-negara di kawasan Asia
Pasifik (APEC), dan lain sebagainya. 3.
c. Kerja Sama Ekonomi
Multilateral/Internasional
Kerja sama
ekonomi multilateral adalah kerja sama ekonomi yang melibatkan banyak negara
dan tidak terikat oleh wilayah atau kawasan negara tertentu. Kerja sama ini
bisa dalam satu kawasan seperti :
ASEAN, MEE
tetapi dapat pula kerja sama antarnegara yang berbeda kawasan seperti GATT-WTO,
UNCTAD, OPEC, IMF, WCO/WCC dan lain-lain. 4.
d. Kerja Sama Ekonomi Multilateral Regional
Organisasi
multilateral regional adalah organisasi kerjasama ekonomi perdagangan yang anggotanya terdiri dari
beberapa negara di kawasan/tertentu. Seperti : AFTA,APEC,EFTA,NAFTA,LAFTA,CACM,EEC dan lainnya.
C.Sengketa Dagang antar Negara
Dalam arti kata sehari-hari “sengketa” dimaksudkan sebagai kedudukan dimana
pihak- pihak yang melakukan upaya perniagaan mempunyai masalah, yaitu menghendaki
pihak lainuntuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu tetapi pihak lainnya menolak
untuk berbuatdemikian.
Misalnya Sengketa dagang terjadi sekitar tahun 2007antara RI-Tiongkok
terkait dengan saling penolakan sejumlah produk makanan. Saat itu ramaidimunculkan
dalam media massa bahwa produk impor asal Tiongkok dan demikian pulaTiongkok
menemukan bahwa produk impor asal Indonesia tidak memenuhi syarat. Sengketalain
terjadi tahun lalu, Amerika dan Tiongkok saling tuduh bahwa pihak lain
melanggar peraturan perdagangan dunia.
Kementerian perdagangan Tiongkok sedang menyelidiki keluhan bahwa suku cadang
mobil dan daging ayam Amerika yang diekspor ke Tiongkok dijual denganharga
murah dan merugikan industri dalam negeri. Pemerintah Tiongkok mengumumkan hal inihanya
dua hari setelah pemerintah Amerika mengenakan tarif impor tinggi atas ban
mobil yangdiimpor dari Tiongkok. Tiongkok mengatakan
tarif impor ban itu melanggar peraturan perdagangan WTO, tapi juru bicara
gedung putih membantah tuduhan itu. Ia mengatakan,keputusan Amerika tentang
tarif ban impor itu justru untuk menjalankan peraturan perdaganganyang adil dan
bukan untuk memulai perang dagang. Kasus sengketa macam ini tidak hanyaterjadi
antara dua negara saja seperti kasus di atas, tetapi bisa terjadi terhadap
negara mana sajayang mengadakan perjanjian dagang atau melanggar ketentuan
dagang dunia sesuai aturanGATT/WTO. Malah majalah Tempo, Alternatif mengatakan
jumlah sengketa daganginternasional meningkat setelah adanya krisis moneter
pada tahun 1998.
Peran penting
kesepakatan antar negara di Indonesia
a. Meningkatkan
Keuangan Negara
Kerja sama
ekonomi antarnegara dapat memberikan banyak manfaat bagi Indonesia, salah
satunya di bidang keuangan. Melalui kerja sama ini Indonesia memperoleh bantuan
berupa pinjaman keuangan dengan syarat lunak yang digunakan untuk pembangunan.
Dengan demikian, adanya pinjaman keuangan otomatis dapat meningkatkan keuangan
negara.
b . Membantu
Meningkatkan Daya Saing Ekonomi
Kerja sama
ekonomi dapat menciptakan persaingan yang sehat di antara negara-negara
anggota. Persaingan yang sehat ini dapat dilakukan dengan meningkatkan
kemampuan produsen tiap negara dalam menghasilkan produk-produk yang mampu
bersaing dengan negara-negara lain. Keberhasilan bersaing suatu negara ditingkat
regional dan internasional pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian
negara yang bersangkutan.
c . Meningkatkan
Investasi
Kerja sama
ekonomi antarnegara dapat menjadi cara menarik bagi para investor untuk
menanamkan modalnya di Indonesia. Banyaknya investor yang mau menginvestasikan
modalnya di Indonesia dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan
perekonomian dan pembangunan Indonesia. Selain itu, banyaknya investasi dapat
juga menambah lapangan kerja baru, sehingga jumlah pengangguran dapat
berkurang.
d . Menambah
Devisa Negara
Kerja sama
ekonomi antarnegara khususnya di bidang perdagangan dapat meningkatkan devisa
negara. Devisa diperoleh dari kegiatan ekspor barang. Semakin luas pasar akan
semakin banyak
devisa yang diperoleh negara, sehingga dapat memperlancar pembangunan negara.
e . Memperkuat
Posisi Perdagangan
Persaingan
dagang di tingkat internasional sangat berat. Hal ini disebabkan adanya
berbagai aturan dan hambatan perdagangan di setiap negara. Untuk itu perlu
adanya kerja sama ekonomi. Sehingga dalam kerja sama tersebut perlu dibuat
aturan per-dagangan yang menguntungkan negara-negara anggotanya. Dengan
demikian adanya aturan tersebut dapat memperlancar kegiatan ekspor dan impor
dan menciptakan perdagangan yang saling menguntungkan.
D.Kerjasama Ekonomi Regional
1.Pengertian Kerjasama Ekonomi Regional
Ekonomi regional
merupakan hubungan kerja sama antar negara yang berada Kerjasama dalam satu
wilayah tertentu. Tujuan di adakan kerjasama regional ini untuk
menumbuhkembangkan perekonomian indonesia baik dari investasi dari
negara-negara lain yang berada dalam satu kawasan. Selain itu kerjasama ini
membantu suatu negara dalam satu kawasan dalam mempermudah proses impor dan
ekspor barang sesuai dengan kerjasama yang di bentuk.
2.Tujuan Kerjasama Ekonomi Regional
Tujuan yang
hendak dicapai secara keseluruhan dengan dibentuknya kerjasama antar negara ini
adalah diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional juga untuk
mempercepat upaya pemerataan di kawasan sub-regional melalui pertumbuhan
ekonomi berupa peningkatan investasi serta mendukung kerjasama ekonomi kawasan.
Upaya-upaya yang dilaksanakan antara lain adalah memberikan kemudahan untuk
mengadakan investasi langsung, mempertinggi nilai kompetitif (internasional)
produk ekspor, menekan biaya transportasi dan transaksi, mengurangi biaya
produksi dan distribusi sehingga mencapai nilai ekonomis.
Untuk mewujudkan
tujuan pengembangan kawasan kerjasama ekonomi regional, sesuai dengan arahan
kebijakan pengembangan yang ditetapkan, maka sasaran pengembangan yang ingin
dicapai mencakup kawasan-kawasan yang memiliki kriteria :
1. Kawasan
andalan yang cepat berkembang yang memiliki sektor unggulan yang dapat
dijadikan penggerak utama dan berpotensi untuk meningkatkan produksi dan ekonomi
nasional maupun regional.
2. Kawasan
andalan yang cepat berkembang yang berpotensi dapat meningkatkan produksi jasa
dan barang, penyediaan lapangan kerja, serta memperluas basis ekonomi dalam
skala nasional maupun regional.
3. Kawasan
andalan yang perkembangannya dapat mendorong pertumbuhan kawasan disekitarnya
dengan peningkatan aksesibilitas dan penyediaan prasarana dan sarana perkotaan.
4. Kawasan
andalan yang cepat berkembang yang memiliki nilai strategis dalam meningkatkan
efisiensi investasi dan aglomerasi kegiatan sejenis untuk mendukung dan
mendorong kegiatan kawasan disekitarnya.
E. Analisis
perekonomian di masa yang akan datang berdasarkan polo struktur
Pembangunan ekonomi yang diiringi dengan
pertumbuhanekonomi yang berkesinambungan dapat menyebabkan terjadinyaperubahan
pola struktur ekonomi di suatu wilayah. Perubahan pola initerjadi karena
kontribusi dari masing-masing sektor ekonomi mengalamipergeseran. Penelitian
ini dilakukan untuk menganalisis perubahan polastruktur ekonomi Kabupaten Berau
sebelum dan setelah otonomi daerahdengan Provinsi Kalimantan Timur sebagai
wilayah acuan sertamenganalisis pergeseran yang terjadi antara pertumbuhan
ekonomisecara keseluruhan dan pertumbuhan ekonomi sektoral di tingkat
wilayahacuan serta pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.Data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah PDRB KabupatenBerau atas dasar harga konstan (ADHK)
dan PDRB Kalimantan Timur atas dasar harga konstan (ADHK) sebelum otonomi
daerah dari tahun1993-2000 dan setelah otonomi daerah dari tahun 2000 -
2011.Metode penelitian yang digunakan adalah analisis
shift share.
Penulis menggunakan perhitungan sebelum dan
setelah otonomi daerahdengan mengelompokkan tiga kelompok sektor yaitu sektor
primer,sekunder dan tersier membandingkan dari tahun ketahun yang manalebih
dominan.Berdasarkan hasil kajian disimpulkan bahwa pola struktur ekonomidalam
penelitian ini yaitu sebelum otonomi daerah tahun 1993 - 2000 dansetelah
otonomi daerah tahun 2000 - 2011 dapat dibagi menjadi 2 (dua)pola yaitu pola
struktur ekonomi yang cenderung konstan dan polastruktur ekonomi yang
berfluktuatif. Sektor ekonomi yang memilikikecendrungan berpola fluktuatif
terjadi sebelum otonomi daerah tahun1993 - 2000 dimana pada tahun 1993 - 1995
sektor primer yangmendominasi dan pada tahun 1996 - 1997 sektor sekunder
yangmendominasi pada tahun 1997 - 1998 sektor primer yang mendominasipada tahun
1998 - 1999 kembali sektor tersier kembali yang mendominasidan pada tahun 1999
- 2000 sektor primer yang mendominasi, sedangkansektor ekonomi yang memiliki
kecenderungan berpola konstan terjadisetelah otonomi daerah yaitu dari tahun
2000 - 2011 dimana sektor primer dominan disusul tersier dan terakhir sektor
sekunder.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi
parapengambil kebijakan di Kabupaten Berau untuk dapat mencari solusi yang
terbaik dalam pengembangan perekonomian Kabupaten Berau di masa yang akan
datang.
F.Menganalisis perekonomian di
masa yang akan datang
Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara
untuk mencapai tujuan tertentu yang dilakukan dengan berbagai cara seperti menahan
inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat
melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, “margin requirement“, kapitalisasi
untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui
persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain. Kebijakan Moneter juga
merupakan kebijakan yang dilakukan oleh otoritas moneter (Bank Sentral) untuk
mempengaruhi kegiatan ekonomi melalui pengawasan uang beredar atau suku bunga,
atau kombinasi keduanya, usaha tersebut dilakukan agar terjadi kesetabilan
harga, dan inflasi, serta terjadinya peningkatan output keseimbangan.
Kebijakan
moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu
antara lain operasi pasar terbuka,
fasilitas diskonto (discount rate), rasio cadangan wajib (reserve
requirement ratio), himbauan moral (moral persuasion) dan kebijakan kredit
selektif. Dalam praktek kebijakan moneter terdapat macam-macam kebijakan
ataupun usaha-usaha yang dilakukan yang terdiri dari inflasi penargetan, harga
penargetan tingkat, agregat moneter, nilai tukar tetap, serta dengan melakukan
kegiatan devaluasi evaluasi, dan sanering.
Adapun tujuan
yang diharapkan dalam kebijakan moneter adalah stabilitas ekonomi, kesempatan
kerja, kestabilan harga, neraca pembayaran internasional. Instrumen-Instrumen
kebikan moneter seperti opersasi pasar terbuka, tingkat diskonto, cadangan
minuman, himbauan, dan lain sebagainya, serta indikator moneter (tingkat bunga,
jumlah uang beredar), akan mempengaruhi perekonomian suatu Negara.
Saran
Pemerintah harus
lebih mempertimbangkan pengambilan keputusan dalam memajukan perekonomian
Indonesia. Agar penghambat dalam
memajukan kondisi perekonomian Indonesia dapat teratasi.
Sumber:
http://mutiaayujuliani185.blogspot.com/2013/05/kondisi-perekonomian-indonesia.html