Blogger templates

Pages

Jumat, 20 Maret 2015

Tugas Perekonomian Indonesia (Softskill)





A.  Perspektif Global dalam Bidang Ekonomi.
           Dilihat dari ekonomi, secara umum manusia ingin memenuhi kebutuhannya secara baik dan tercipta kemakmuran. Menurut ekonomi bahwa: individu sebagai konsumen dan produksen, individu tidak dapat memenuhi kebutuhannnya sendiri. Dalam kenyataan hidup secara garis besar  dapat digolongkan menjadi tiga keadaan ekonomi dalam masyarakat; yaitu pertama ”pendapatan naik - kebutuhan turun” (keadaan ini yang paling  diharapkan),  kedua ”pendapatan turun-kebutuhan tetap” dan ketiga    ”pendapatan turun dan  kebutuhan naik” (keadaan ini sangat tidak diharapkan).
           Konsep dasar utama ekonomi adalah ”kelangkaan”. Dilihat dari penyebaran sumber daya alam, sumber daya alam yang terdapat dalam permukaan bumi  tidak merata contoh kandungan minyak bumi tidak semua negara dapat memenuhi minyak sendiri. Era globalisasi terjadi keterkaitan  ekonomi antara negara yang satu dengan yang lain dan saling ketergantungan dalam pemenuhan kebutuhan. Peristiwa ekonomi negara besar sangat mempengaruhi ekonomi negara berkembang
             Pertumbuhan ekonomi Indonesia, pada era globalisasi khususnya tahun 2008 pertumbuhan menpai 6,5 persen, namun keadaan ini diperkeruh dengan tingkat  penganguran dan kemiskinan yang relatif tinggi. Dalam bidang perdagangan pada tahun 2008 Jepang merupakan mitra terbaik Indonesia, Jepang negara importir produk Indonesia, Jepang banyak memberi bantuan pembangunan.
      Banyak usaha yang dilakukan pemerintahan Indonesia mengatasi krisis. antara lain; meningkatkan daya beli masyarakat, memperkuat usaha mikro pengamanan pangan, pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus, pengurangan bea masuk dan lain sebagainnya. 
Krisis Finansial 2008/2009
           Ekonomi dunia tidak selamanya tumbuh dengan baik. Tumbuh dan berkembangan ekonomi antara lain dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi, pengaruh lingkungan alam dan pengaruh hubungan antar negara. Karena itulah fluktuasi pertumbuhan ekonomi terjadi.
            Krisis ekonomi  yang besar dan menimpa negara-negara  Asia, termasuk Indonesia pernah terjadi pada tahun 1997. Krisis 1997 belum bisa ditangani secara tuntas terjadi gelombang krisis  ekonomi  yang sangat besar dan menimpa seluruh dunia, baik negara maju maupun negara berkembang terjadi pada 2008/2009. Krisis tahun 2008/2009 dikenal dengan nama krisis finasial dan menimpa seluruh dunia internasional, yang dimulai dengan jatuhnya  perusahaan besar di Amerika, terutama kridit macet perumahan, dan disusul perusahaan –perusahaan  yang lain di Amerika Serikat.
          Ada perbedaan sistem perbankan di negara maju dengan negara berkembang. Pada negara maju banyak diterapkan sistem perbankan investasi, negara berkembang banyak menggunakan sistem perbankan konvensional. Krisis finansial menimbulkan perusahaan gulung tikar, sebagai akibatnya pengangguran  dan kemiskinan bertambah

Pertumbuhan Ekonomi 2009
Kawasan Asia lebih baik dari pada Uni Eropa dan negara maju. China diperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai 9-10 persen.. Dalam versi Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pertumbuhan ekonomi negara maju hampir semuanya negatif.  Amerika Serikat akan tumbuh -0,91 persen, Inggris -1,12 persen, Jerman -0,75 persen, Italia -1,03 persen, Perancis 0,36 persen, Belanda-0,75 persen, Jepang-0,15 persen. Sebaliknya Negara-negara berkembang khususnya emerging markets  masih mengalami pertumbuhan positif misalnya China 8 persen bahkan sampai 9 persen, India 7,3 persen,  Korea Selatan 2,67 persen Brasil 3 persen.
          Sejak pertengahan  tahun  2010 Perekonomian China secara pesat menduduki reking kedua ekonomi setelah Amerika Serikat. Terjadi perang kurs mata uang antara Asmerika Serikat dengan China. AS tidak puas dengan perkembangan nilai tukar Yuan yang hanya dua persen setelah Bank Central China mengumumkan untuk membuat kurs Yuan fleksibel. Langkah AS terus mencetak dollar AS dan mempertahankan suku bunga rendah telah mendekati nol presen sehingga dapat menurunkan daya saing ekpor sejumlah negara. Pada tahun 2010 dibangun Ekonomi Kawasan Jalur Sutra. Dilhat dari sejarahnya jakawasan jaur sutra ini adalah kawasan perdagangan darat dari  Asia- Eropa. Jalur Sutra sebenarnya sudah terbentuk sejak terjadinya hubungan dagang antara Asia dengan Eropa.
                Pada awal tahun 2011 perekonomian dunia tumbuh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Hal ini didorong pesatnya pertumbuhan ekonomi di negara China, Brasil, India dan negara-negara di kawasan Asia, namun banyak mengalami kenaikan harga pangan. Dana Moneter Internasional (IMF)  menegaskan bahwa tahun ini merupakan tahun yang menjanjikan untuk pertumbuhan ekonomi, meskipun kawasan Eropa terseret utang.
          Organisasi Pangan dan Perekonomian harga pangan mencapai rekor tertinggi pada Desember 2010 tercatat di atas level harga pangan 2008, yang pernah menyebabkan kerusuhan sosial di Mesir, Kamerun dan Haiti. Di Asia naiknya harga pangan diperkirakan akan menaikan inflasi. Kenaikan harga pangan awal 2011  memicu terjadinya krisis politik di negara-negara Arab terutama di Tunisia.  Mesir dan Yordania. Lybia.
 Harga BBM
           Pada era globalisasi harga minyak dunia mengalami fluktuasi. Awal Desember 2008  turun menjadi 44 dollar AS per barel 4 Desember 2008. Tanggal 10 Februari 2009 harga minyak mencapai 33 dollar AS per barel. Pemerintah Indonesia mengambil  kebijakan penurunan harga minyak khususnya premium dari Rp. 6.000 Rp. menjadi Rp. 5.500 per liter  pada tanggal 1 Desember 2008,  dan kemudian diturunkan  ke posisi Rp. 5.000 pada tangal 15 Desember 2008,  lalu diturunkan kembali  menjadi Rp. Rp. 4.500 per liter pada tanggal 12  Januari 2009. salah satu akibat harga minyak yang tinggi Indonesia keluar dari  keanggotaan OPEC  pada tanggal 1 Januari 2009. Pada akhir tahun 2010 pemerintah mengambil kebijakan baru tentang minyak, terutama dalam penerapan subsidi khusus untuk kendaraan umum. Pada awal Januari 2011 pemerintah kita akan mengeluarkan kebijakan baru dalam BBM yaitu berupa pengaturan subsidi miyak bagi kendaraan umum dan pribadi,. Subsisdi hanya akan diberikan pada kendaraan umum. Krisis politik di Mesir, di Lybia Januari/Februari 2011 harga minyak dunia naik lagi sampai 100 dollar AS per barel.

B. Bentuk-bentuk dan kesepakatan perekonomian antar Negara di dunia
1. Pengertian Kerja Sama Antarnegara
Kerjasama antarnegara adalah terjalinnya hubungan antara satu negara dengan negara lainnya melalui kesepakatan untuk mencapai tujuan. Kerjasama antarnegara bentuknya bermacam-macam, mulai kerjasama ekonomi, perdagangan dan lain-lain.
Istilah kerja sama ekonomi internasional tidak sama dengan perdagangan internasional. Kerja sama ekonomi internasional mempunyai cakupan yang lebih luas daripada perdagangan internasional. Dengan demikian kerja sama ekonomi internasional adalah hubungan antara suatu negara dengan negara lainnya dalam bidang ekonomi melalui kesepakatan-kesepakatan tertentu, dengan memegang prinsip keadilan dan saling menguntungkan.
Berdasarkan pengertian kerja sama, maka setiap negara yang mengadakan kerja sama dengan negara lain pasti mempunyai tujuan. Berikut ini tujuan kerja sama antarnegara.
a. Mengisi kekurangan di bidang ekonomi bagi masing-masing negara yang mengadakan kerja sama.
b. Meningkatkan perekonomian negara-negara yang mengadakan kerja sama di berbagai bidang.
c. Meningkatkan taraf hidup manusia, kesejahteraan, dan kemakmuran dunia.
d. Memperluas hubungan dan mempererat persahabatan.
e. Meningkatkan devisa negara.

2. Faktor-Faktor Penyebab Kerja Sama Antarnegar Antarnegara
Setiap kerja sama yang dilakukan oleh suatu negara dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang memengaruhi dapat didasarkan pada perbedaan dan persamaan yang dimiliki antarnegara.
a. Kerja Sama Antarnegara Akibat Adanya Perbedaan
Berikut ini perbedaan-perbedaan yang mendorong kerja sama antarnegara.
1 ) Perbedaan sumber daya alam
Sumber daya alam yang dimiliki oleh setiap negara berbeda-beda baik dari segi jenis dan jumlahnya. Ada negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun ada juga negara yang memiliki sedikit sumber daya alam.
2 ) Perbedaan iklim dan kesuburan tanah
Perbedaan iklim dan kesuburan tanah antara satu negara dengan negara lain akan menyebabkan perbedaan jenis tanaman.
3 ) Perbedaan ilmu pengetahuan dan teknologi
Kemampuan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan antara satu negara dengan negara lain tidak sama. Negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa Barat, dan Jerman memiliki kemampuan dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dibandingkan negara-negara berkembang seperti di Afrika dan sebagian Asia.
4 ) Perbedaan ideologi
Perbedaan ideologi antarsuatu wilayah negara dengan negara lain dapat memicu konflik antarnegara bahkan menjadi konflik internasional. Untuk meredakan konflik atau ketegangan perlu adanya kerja sama, sehingga tidak memperbesar konflik yang telah ada. Misalnya negara seperti Hongkong yang memisahkan diri dengan RRC yang berideologi komunis, memerlukan kerja sama dalam bidang politik dengan negara yang berideologi liberal seperti Amerika Serikat. Hal ini perlu dilakukan agar masalah-masalah yang timbul dapat diselesaikan di meja perundingan.
b . Kerja Sama Antarnegara Akibat Adanya Kesamaan
Berikut ini beberapa kesamaan yang mendorong kerja sama antarnegara.
1 ) Kesamaan sumber daya alam
Kesamaan sumber daya alam antara beberapa negara dapat mendorong terbentuknya kerja sama antarnegara. Misalnya beberapa negara penghasil minyak bumi membentuk suatu kerja sama yang diberi nama OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries).

2 ) Kesamaan keadaan wilayah (kondisi geografis)
Negara-negara yang terletak di suatu wilayah yang memiliki kondisi geografis yang sama sering mengadakan kerja sama untuk kepentingan wilayah dari masing-masing negara anggotanya. Misalnya negara-negara yang terletak di wilayah Asia Tenggara membentuk kerja sama melalui organisasi ASEAN, dan sebagainya.

3 ) Kesamaan ideologi
Negara-negara yang mempunyai kesamaan ideologi dapat mendorong suatu negara melakukan kerja sama. Sebagai contoh NATO (North Atlantic Treaty Organization) adalah kerja sama negara-negara di Atlantik Utara yang berideologi liberal.

4 ) Kesamaan agama
Adanya persamaan agama juga dapat mendorong beberapa negara untuk bergabung dalam suatu organisasi. Misalnya OKI (Organisasi Konferensi Islam), yaitu kelompok organisasi negara-negaraIslam. Mereka bergabung dalam OKI sebagai respon atas peristiwa pembakaran Masjid Al Aqsa di Yerusalem yang dilakukan oleh Israel.

Kerjasama Antarnegara di Bidang Ekonomi

1. Bentuk-Bentuk Kerja Sama Ekonomi Antarnegara
Berdasarkan jumlah negara yang mengadakan, kerja sama ekonomi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

a. Kerja Sama Ekonomi Bilateral
Kerja sama ekonomi bilateral adalah kerja sama ekonomi antara satu negara dengan negara tertentu. Kerja sama tersebut hanya melibatkan dua negara.
Contoh: kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Malaysia, Indonesia dengan Cina, dan sebagainya. Pemerintah indonesia sendiri telah menandatangani perjanjian perdagangan dan ekonomi di Kawasan Asia Pasifik dengan 14 negara, di Afrika dan Timur Tengah dengan 10 negara, di Eropa Timur dengan 9 negara, di Eropa Barat dengan 12 negara dan di Amerika Latin dengan 7 negara.

b. Kerja Sama Ekonomi Regional
Kerja sama ekonomi regional adalah kerja sama ekonomi di antara  beberapa negara yang berada di kawasan tertentu.
Contoh: kerja sama ekonomi antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), antara negara-negara di kawasan Eropa (MEE), antara negara-negara di kawasan Asia Pasifik (APEC), dan lain sebagainya. 3.

 c. Kerja Sama Ekonomi Multilateral/Internasional
Kerja sama ekonomi multilateral adalah kerja sama ekonomi yang melibatkan banyak negara dan tidak terikat oleh wilayah atau kawasan negara tertentu. Kerja sama ini bisa dalam satu kawasan seperti :
ASEAN, MEE tetapi dapat pula kerja sama antarnegara yang berbeda kawasan seperti GATT-WTO, UNCTAD, OPEC, IMF, WCO/WCC dan lain-lain. 4.

 d. Kerja Sama Ekonomi Multilateral Regional
Organisasi multilateral regional adalah organisasi kerjasama ekonomi  perdagangan yang anggotanya terdiri dari beberapa negara di kawasan/tertentu. Seperti : AFTA,APEC,EFTA,NAFTA,LAFTA,CACM,EEC dan lainnya.

C.Sengketa Dagang antar Negara

Dalam arti kata sehari-hari “sengketa” dimaksudkan sebagai kedudukan dimana pihak- pihak yang melakukan upaya perniagaan mempunyai masalah, yaitu menghendaki pihak lainuntuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu tetapi pihak lainnya menolak untuk berbuatdemikian.
Misalnya Sengketa dagang terjadi sekitar tahun 2007antara RI-Tiongkok terkait dengan saling penolakan sejumlah produk makanan. Saat itu ramaidimunculkan dalam media massa bahwa produk impor asal Tiongkok dan demikian pulaTiongkok menemukan bahwa produk impor asal Indonesia tidak memenuhi syarat. Sengketalain terjadi tahun lalu, Amerika dan Tiongkok saling tuduh bahwa pihak lain melanggar  peraturan perdagangan dunia. Kementerian perdagangan Tiongkok sedang menyelidiki keluhan bahwa suku cadang mobil dan daging ayam Amerika yang diekspor ke Tiongkok dijual denganharga murah dan merugikan industri dalam negeri. Pemerintah Tiongkok mengumumkan hal inihanya dua hari setelah pemerintah Amerika mengenakan tarif impor tinggi atas ban mobil yangdiimpor dari Tiongkok. Tiongkok mengatakan tarif impor ban itu melanggar peraturan perdagangan WTO, tapi juru bicara gedung putih membantah tuduhan itu. Ia mengatakan,keputusan Amerika tentang tarif ban impor itu justru untuk menjalankan peraturan perdaganganyang adil dan bukan untuk memulai perang dagang. Kasus sengketa macam ini tidak hanyaterjadi antara dua negara saja seperti kasus di atas, tetapi bisa terjadi terhadap negara mana sajayang mengadakan perjanjian dagang atau melanggar ketentuan dagang dunia sesuai aturanGATT/WTO. Malah majalah Tempo, Alternatif mengatakan jumlah sengketa daganginternasional meningkat setelah adanya krisis moneter pada tahun 1998.
Peran penting kesepakatan antar negara di Indonesia

a. Meningkatkan Keuangan Negara
Kerja sama ekonomi antarnegara dapat memberikan banyak manfaat bagi Indonesia, salah satunya di bidang keuangan. Melalui kerja sama ini Indonesia memperoleh bantuan berupa pinjaman keuangan dengan syarat lunak yang digunakan untuk pembangunan. Dengan demikian, adanya pinjaman keuangan otomatis dapat meningkatkan keuangan negara.

b . Membantu Meningkatkan Daya Saing Ekonomi
Kerja sama ekonomi dapat menciptakan persaingan yang sehat di antara negara-negara anggota. Persaingan yang sehat ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan produsen tiap negara dalam menghasilkan produk-produk yang mampu bersaing dengan negara-negara lain. Keberhasilan bersaing suatu negara ditingkat regional dan internasional pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian negara yang bersangkutan.

c . Meningkatkan Investasi
Kerja sama ekonomi antarnegara dapat menjadi cara menarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Banyaknya investor yang mau menginvestasikan modalnya di Indonesia dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomian dan pembangunan Indonesia. Selain itu, banyaknya investasi dapat juga menambah lapangan kerja baru, sehingga jumlah pengangguran dapat berkurang.

d . Menambah Devisa Negara
Kerja sama ekonomi antarnegara khususnya di bidang perdagangan dapat meningkatkan devisa negara. Devisa diperoleh dari kegiatan ekspor barang. Semakin luas pasar akan
semakin banyak devisa yang diperoleh negara, sehingga dapat memperlancar pembangunan negara.

e . Memperkuat Posisi Perdagangan
Persaingan dagang di tingkat internasional sangat berat. Hal ini disebabkan adanya berbagai aturan dan hambatan perdagangan di setiap negara. Untuk itu perlu adanya kerja sama ekonomi. Sehingga dalam kerja sama tersebut perlu dibuat aturan per-dagangan yang menguntungkan negara-negara anggotanya. Dengan demikian adanya aturan tersebut dapat memperlancar kegiatan ekspor dan impor dan menciptakan perdagangan yang saling menguntungkan.

D.Kerjasama Ekonomi Regional

1.Pengertian Kerjasama Ekonomi Regional

Ekonomi regional merupakan hubungan kerja sama antar negara yang berada Kerjasama dalam satu wilayah tertentu. Tujuan di adakan kerjasama regional ini untuk menumbuhkembangkan perekonomian indonesia baik dari investasi dari negara-negara lain yang berada dalam satu kawasan. Selain itu kerjasama ini membantu suatu negara dalam satu kawasan dalam mempermudah proses impor dan ekspor barang sesuai dengan kerjasama yang di bentuk.

2.Tujuan Kerjasama Ekonomi Regional

Tujuan yang hendak dicapai secara keseluruhan dengan dibentuknya kerjasama antar negara ini adalah diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional juga untuk mempercepat upaya pemerataan di kawasan sub-regional melalui pertumbuhan ekonomi berupa peningkatan investasi serta mendukung kerjasama ekonomi kawasan. Upaya-upaya yang dilaksanakan antara lain adalah memberikan kemudahan untuk mengadakan investasi langsung, mempertinggi nilai kompetitif (internasional) produk ekspor, menekan biaya transportasi dan transaksi, mengurangi biaya produksi dan distribusi sehingga mencapai nilai ekonomis.
Untuk mewujudkan tujuan pengembangan kawasan kerjasama ekonomi regional, sesuai dengan arahan kebijakan pengembangan yang ditetapkan, maka sasaran pengembangan yang ingin dicapai mencakup kawasan-kawasan yang memiliki kriteria :
1. Kawasan andalan yang cepat berkembang yang memiliki sektor unggulan yang dapat dijadikan penggerak utama dan berpotensi untuk meningkatkan produksi dan ekonomi nasional maupun regional.
2. Kawasan andalan yang cepat berkembang yang berpotensi dapat meningkatkan produksi jasa dan barang, penyediaan lapangan kerja, serta memperluas basis ekonomi dalam skala nasional maupun regional.
3. Kawasan andalan yang perkembangannya dapat mendorong pertumbuhan kawasan disekitarnya dengan peningkatan aksesibilitas dan penyediaan prasarana dan sarana perkotaan.
4. Kawasan andalan yang cepat berkembang yang memiliki nilai strategis dalam meningkatkan efisiensi investasi dan aglomerasi kegiatan sejenis untuk mendukung dan mendorong kegiatan kawasan disekitarnya.


E.    Analisis perekonomian di masa yang akan datang berdasarkan polo struktur

 Pembangunan ekonomi yang diiringi dengan pertumbuhanekonomi yang berkesinambungan dapat menyebabkan terjadinyaperubahan pola struktur ekonomi di suatu wilayah. Perubahan pola initerjadi karena kontribusi dari masing-masing sektor ekonomi mengalamipergeseran. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perubahan polastruktur ekonomi Kabupaten Berau sebelum dan setelah otonomi daerahdengan Provinsi Kalimantan Timur sebagai wilayah acuan sertamenganalisis pergeseran yang terjadi antara pertumbuhan ekonomisecara keseluruhan dan pertumbuhan ekonomi sektoral di tingkat wilayahacuan serta pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah PDRB KabupatenBerau atas dasar harga konstan (ADHK) dan PDRB Kalimantan Timur atas dasar harga konstan (ADHK) sebelum otonomi daerah dari tahun1993-2000 dan setelah otonomi daerah dari tahun 2000 - 2011.Metode penelitian yang digunakan adalah analisis
shift share.
 Penulis menggunakan perhitungan sebelum dan setelah otonomi daerahdengan mengelompokkan tiga kelompok sektor yaitu sektor primer,sekunder dan tersier membandingkan dari tahun ketahun yang manalebih dominan.Berdasarkan hasil kajian disimpulkan bahwa pola struktur ekonomidalam penelitian ini yaitu sebelum otonomi daerah tahun 1993 - 2000 dansetelah otonomi daerah tahun 2000 - 2011 dapat dibagi menjadi 2 (dua)pola yaitu pola struktur ekonomi yang cenderung konstan dan polastruktur ekonomi yang berfluktuatif. Sektor ekonomi yang memilikikecendrungan berpola fluktuatif terjadi sebelum otonomi daerah tahun1993 - 2000 dimana pada tahun 1993 - 1995 sektor primer yangmendominasi dan pada tahun 1996 - 1997 sektor sekunder yangmendominasi pada tahun 1997 - 1998 sektor primer yang mendominasipada tahun 1998 - 1999 kembali sektor tersier kembali yang mendominasidan pada tahun 1999 - 2000 sektor primer yang mendominasi, sedangkansektor ekonomi yang memiliki kecenderungan berpola konstan terjadisetelah otonomi daerah yaitu dari tahun 2000 - 2011 dimana sektor primer dominan disusul tersier dan terakhir sektor sekunder.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi parapengambil kebijakan di Kabupaten Berau untuk dapat mencari solusi yang terbaik dalam pengembangan perekonomian Kabupaten Berau di masa yang akan datang.

F.Menganalisis perekonomian di masa yang akan datang

Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu yang dilakukan dengan berbagai cara seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, “margin requirement“, kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain. Kebijakan Moneter juga merupakan kebijakan yang dilakukan oleh otoritas moneter (Bank Sentral) untuk mempengaruhi kegiatan ekonomi melalui pengawasan uang beredar atau suku bunga, atau kombinasi keduanya, usaha tersebut dilakukan agar terjadi kesetabilan harga, dan inflasi, serta terjadinya peningkatan output keseimbangan.
Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain operasi pasar terbuka,  fasilitas diskonto (discount rate), rasio cadangan wajib (reserve requirement ratio), himbauan moral (moral persuasion) dan kebijakan kredit selektif. Dalam praktek kebijakan moneter terdapat macam-macam kebijakan ataupun usaha-usaha yang dilakukan yang terdiri dari inflasi penargetan, harga penargetan tingkat, agregat moneter, nilai tukar tetap, serta dengan melakukan kegiatan devaluasi evaluasi, dan sanering.
Adapun tujuan yang diharapkan dalam kebijakan moneter adalah stabilitas ekonomi, kesempatan kerja, kestabilan harga, neraca pembayaran internasional. Instrumen-Instrumen kebikan moneter seperti opersasi pasar terbuka, tingkat diskonto, cadangan minuman, himbauan, dan lain sebagainya, serta indikator moneter (tingkat bunga, jumlah uang beredar), akan mempengaruhi perekonomian suatu Negara.
Saran
Pemerintah harus lebih mempertimbangkan pengambilan keputusan dalam memajukan perekonomian Indonesia. Agar penghambat dalam  memajukan kondisi perekonomian Indonesia dapat teratasi.

Sumber:
http://mutiaayujuliani185.blogspot.com/2013/05/kondisi-perekonomian-indonesia.html



 

Blogger news

Blogroll

About